PART II

Sabtu pagi di kampung nelayan muara angke begitu padatnya, beberapa wisatawan lokal serta sebagian wisatwan asing, ditambah dengan sejumlah nelayan dan pedagang ikan yang memang sudah sangat terkenal di tempat itu, menambah sesak suasana muara angke. Muara angke merupakan salah satu pelabuhan nelayan yang tidak hanya digunakan oleh nelayan, namun juga digunakan oleh penduduk Kepulauan Seribu serta wisatawan yang akan berlalu-lalang ke Kepulauan Seribu.

Semerbak harum amis yang menyengat, terkadang memusingkan kepala ini. Memang pagi itu, saya berniat untuk sedikit mendokumentasikan aktivitas di kampung nelayan muara angke. Setelah menyusuri pasar-pasar yang mendagangkan ikan-ikan yang feeling saya masih sangat segar. Langkah kaki saya arahkan ke pelabuhan muara angke itu sendiri, mungkin efek melihat beberapa wanita cantik yang rela terciprat lumpur-lumpur jalanan di pelabuhan muara angke, sehingga sifat manusiawi saya keluar begitu saja.hehehe.

Berjalan hingga keujung pelabuhan, mata saya teralihkan oleh pemandangan hotel, ya benar sepertinya hotel, namun saya lupa nama hotel tersebut. Bentuk kepala bangunan yang menyerupai layar sebuah kapal, berjumlah 3 buah bangunan, yang menghadap langsung lautan, otak ini langsung bekerja. Melihat sekeliling begitu banyaknya kapal-kapal yang akan mengangkut wisatwan-wisatawan serta penduduk Kepulauan Seribu, terbesit sebuah konsep, untuk mengambil sebuah gambar siluet.

Mengapa saya mengatakan foto landscape tidak selalu mahal, karena bagi saya landscape tidak selalu mengenai berkunjung dan menghabiskan uang untuk mengunjungi suatu tempat yang lumayan jauh keberadaaannya. Mengasah keahlian dalam memfoto landscape dapatlah diasah dari suatu tempat yang biasa-biasa saja, karena ketika kita mampu menghasilkan tempat biasa menjadi luar biasa dalam sebuah foto, maka timbullah nilai plus bagi sang fotografer.

Bukan maksud saya untuk menggurui, namun seperti pada prinsip-prinsip dasar seorang fotografer, yaitu “man behind gun” atau “makasimalkan gearmu”, juga berlaku dalam hal objek foto landscape, yaitu, “maksimalkan lokasi sekelilingmu.”

Beberapa tips dari saya dalam memaksimalkan lingkungan sekitar, (bukan mengenai teknik pengambilan gambar):

  1. Ratapi dan resapi kondisi sekelilingmu;
  2. Temukan suatu hal unik yang ada disekitarmu;
  3. Bayangkan sebuah konsep yang kelak akan menjadi landasan dasar ketika akan menceritakan objek foto landscape tersebut;
  4. Tidak perlu maruk dalam pengambilan foto landscape, karena pengambilan foto yang “maruk” akan mengakibatkan hilangnya POI (Point of Interest) dalam fotomu;
  5. Foto landscape tidak selalu mengenai gunung-gunung, sawah, laut, pantai dan lain sebagainya, namun juga dapat mengenai hal-hal yang ada disekitar. Seperti kerumunan manusia di tengah pasar, segerombolan bajaj yang berbaris membentuk sebuah perspektif, ataupun sebuah pantulan refleksi gedung-gedung dalam sebuah kubangan air.