Teetttt……
Malam telah larut, tapi bunyi klakson yang mirip dengan klakson sebuah kapal ferry masih terus bergema hampir 10 menit sekali. Lampu sorotpun masih tetap menyorot ke langit gelap malam itu. Apakah orang-orang risau, kesal, atau gemas, atas kebisingan tersebut? Ohh..tidak, sama sekali tidak, bahkan hampir sebagian besar orang yang ada di sana malah larut dalam kebahagian dan keceriaan malam itu

Seakan menyimbolkan sebuah keharmonisan, walau persis berada di depan Keraton Yogyakarta, pasar malam itu tetap semarak dan meriah, seakan memberikan hiburan tiada hentinya bagi masyarakat yang hadir di Alun-Alun Keraton Yogyakarta tersebut.

“Tiketnya seharga lima ribu saja mas” Ujar wanita penjaga loket salah satu wahana.

“Wahh lumayan murah yah untuk karcisnya, jika dibandingkan dengan beberapa tempat wisata yang menawarkan wahana hiburan seperti kincir-kincir tersebut,” ujar saya dalam hati.

“Ada bule nya juga ternyata yang datang,” ujar saya kembali setelah melihat wisatawan asing yang juga ikut menikmati cerianya malam itu.

Cukup terkejut saya ketika melihat lima orang wisatawan asing yang berada di tengah-tengah warga lokal. Terkejut karena saya berapa kali melihat film-film dari negara mereka yang menampilkan pasar-pasar malam di luar negeri, mungkin salah satu yang saya ingat adalah film Final Destination, entah saya lupa film yang ke berapa, namun saya ingat ketika itu ditampilkan di mana awal kejadian kecelakaan mereka terjadi pada saat mereka semua (pemeran Final Destination) berada di sebuah Jet Coaster di pasar malam versi negara mereka. Saya terheran ketika melihat kehadiran mereka itu, yang saya rasa mungkin di negara mereka pasar malam lebih keren dibandingkan negara saya ini. Jalanan yang sedikit becek akibat hujan yang mengguyur Yogyakarta siang tadi, serta beberapa wahana yang masih di jalankan murni tenaga manusia. Entah apa yang menjadi alasan mereka hadir di hiburan rakyat ini, bertanya kepada merekapun saya tak berani, karena keterbatasan saya berbahasa asing, jadilah saya mengambil kesimpulan sendiri, yang harapan saya mereka (wisatawan asing) mengamini kesimpulan sepihak saya itu. Saya berkesimpulan bahwa, mereka melihat suatu keajaiban atau mungkin suatu keunikan dari pasar malam ini, dimana hiburan rakyat ini diadakan persis di depan sebuah kastil (menurut mereka wisatawan asing) atau keraton, dengan kemeriahannya yang tiada batas, tetap kondusif, tanpa ada keributan atau bahkan sedikitpun tidak ada minuman keras atau alkohol yang dibawa orang-orang selama acara berlangsung, dan satu hal lagi dimana mungkin mereka beranggapan bahwa inilah yang dinamakan “Hiburan Rakyat” karena harga masuk yang ditawarkan tetaplah merakyat.

Tiket masuk masing-masing wahana yang seharga lima ribu rupiah saja tersebut, bagi saya sudah cukup memberikan keceriaan dan hiburan bagi orang-orang yang hadir malam ini. Benar-benar hiburan rakyat. Murah namun tetap maksimal memberikan keceriaannya. (mx)

 

_MG_9244 sz

 _MG_9227 sz

_MG_9205 sz

_MG_9213 sz

_MG_9221 sz

A2 Photoworks

081213005964 / 081318136666 /081808780414
PIN BB : 297A1BEC