Setelah kita membahas mengenai beberapa peralatan yang dirasa tidak perlu atau sebaiknya tidak digunakan ketika memotret pada malam hari, dimana tempat tersebut sangatlah padat atau ramai orang-orang yang lalu lalang pada Part I sebelumnya https://a2photoworks.wordpress.com/2012/12/24/memulai-foto-pada-malam-hari/ . Sekarang kita akan membahas bagaimana teknik yang baik ketika akan memotret pada kondisi malam hari di suatu tempat yang ramai orang-orang yang lalu lalang di sekitar kita.

Seperti cerita saya sebelumnya, di mana saya dan kedua teman saya yang sedang memotret sekaten atau pasar malam di Alun-Alun Keraton Yogyakarta. Kami bertiga dihadapkan pada kondisi di mana cahaya yang lumayan under, kemudia ramainya orang yang lalu lalang melintasi kami bertiga, serta keputusan kami untuk meminimalisir bawaan peralatan kami. Kondisi itu menyebabkan kami harus ekstra berhati-hati dalam menentukan dan mengambil sebuah foto, alih-alih mendapatkan hasil foto yang akurat, malah mendapatkan foto-foto yang miss akurat. Beberapa pertimbangan yang mungkin dapat saya berikan untuk menjadi acuan dalam pengambilan foto pada kondisi seperti itu, antara lain:

  • Penggunaan Shutter Speed yang Tepat;

Untuk beberapa hal saya lebih memilih menggunakan bukaan shutter speed yang kecil, memang dengan bukaan speed yang kecil itu akan mengakibatkan timbulnya beberapa objek yang blur atau miss, namun bagi saya hal itu akan menyebabkan foto yang kita hasilkan akan menjadi lebih dramatis, walau tetap mengacu pada satu titik focus yang diam, yang kelak dapat saya jadikan sebagai point of interest dalam foto yang saya hasilkan, serta tetap memperhatikan metering yang ada dalam kamera saya. Namun bukan berarti bukan speed yang besar itu salah, untuk beberapa hal pula saya juga menggunakan teknik tersebut, namun tetap lagi-lagi kita harus memperhatikan metering yang ada dalam kamera kita, dengan mengkompensasikan beberapa hal seperti iso dan bukaan aperture dalam kamera kita.

_MG_9227 sz

  • Penggunaan Aperture yang Tepat;

Tentu kita telah mengetahui dan memahami prinsip dari aperture itu sendiri, yang mana semakin besar bukaan kita, maka akan menghasilkan sudut fokus yang sempit, kemudian semakin sempit bukaan kita, maka akan menghasilkan sudut fokus yang luas.  Dalam hal memotret seperti di sekaten  tersebut, saya menggunakan bukaan aperture  yang lumayan sempit, saya menggunakan bukaan F/6,3. Penggunaan aperture  yang lumayan sempit tersebut, saya maksudkan karena saya ingin mengambil sudut fokus yang lumayan luas pula, karena saya ingin menghasilkan foto yang cukup rata tajamnya.

  • Pemilihan ISO yang Tepat;

Untuk beberapa kamera DSLR memiliki tingkat sensitivitas akan noise yang rendah, beberapa kamera yang mana ketika kita menggunakan ISO yang cukup tinggi sekitar diangka 800, noise yang dihasilkan masih cukup wajar atau tipis, namun untuk beberapa kamera pula, tak sampai diangka 800, bintik noise yang dihasilkan sudah cukup kentara terlihat. Dalam hal ini, kamera yang saya gunakan yaitu EOS 40D, pada angka 400 sudah menghasilkan bintik noise yang masih lumayan wajar, namun ketika menginjak ke angka 500 ke atas, bintik noise mulai kentara terlihat. Jadi dalam kondisi sekaten yang tidak memiliki pencahayaan yang cukup, saya tetap bertahan pada angka 320, satu faktor seperti yang telah saya ucapkan sebelumnya, saya tidak ingin memaksakan diri untuk merapihkan hasil foto saya di photoshop hanya untuk bintik-bintik noise tersebut.

  • Penghitungan White Balance yang Tepat;

Mengenai white balance, jika sama-sama kita mengetahui bahwa untuk menghasilkan warna foto yang cukup biru, maka lebih baiklah kita memilih kisaran white balance di bawah angka 4000, sedangkan jika ingin menghasilkan foto yang cukup kuning atau merah, maka silahkan memilih white balance pada kisaran angka di atas 6000. Kembali lagi, dalam hal pemotretan seperti di sekaten  tersebut, saya memilih kisaran angka white balance dengan menggunakan hitungan Kelvin sebesar 6500. Saya memilih Kelvin sebesar itu, karena saya ingin menciptkan warna-warna yang dramatis dari pergerakan komidi putar ataupun wahana-wahana permainan lainnya.

_MG_9205 sz

Sekali lagi seperti yang telah saya katakan sebelumnya, semua hal ini sangat bergantung pada ide dan konsep yang akan kita ciptakan dalam foto ini. Seperti yang sering sama-sama kita dengar, bahwa foto adalah seni digital tanpa batas, yang berarti tidak ada batasan dalam menentukan Shutter Speed, Aperture, ISO, hingga White Balance.

Jadi, terus kembangkan imajinasi dan kreativitas kita, semua teknik yang diberikan hanyalah berupa saran, yang kemudian diharapkan dapat dikembangkan menjadi konsep-konsep yang lain dan lebih bagus pula. (mx)