Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata “Ma Hyang” yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa jawa yang bermakna “bayangan”, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tambang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di bilik, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.

Seperti ulasan cerita mengenai asal muasal wayang kulit di atas, beberapa waktu lalu saya dan teman saya menonton pertunjukan wayang kulit yang di selenggarakan di gedung Kesenian Kinarto Sabdo  komplek TBRS Semarang. Saya dan teman saya tidak semata-mata hanya menonton pertunjukan tersebut melainkan hunting foto. Saya sangat exacited ketika diajak hunting kesana karena sebelumnya saya belum pernah hunting dan melihat pertunjukan wayang secara langsung. Ketika sesampai di tempatnya saya cukup merasa terheran-heran karena yang menonton pertunjukan tersebut cukuplah banyak dari orang tua, orang dewasa, remaja hingga anak kecil, tentu saja anak kecil tersebut di ajak oleh orang tua mereka loh, ada juga wisatawan asing. Dan yang tidak kalah membuat saya tercengang adalah banyaknya penonton yang seusia saya, hal ini sangat berbeda di kota asal saya yaitu Jakarta kalau ada pertunjukan seperti itu mungkin yang menonton hanyalah orang tua saja. Yang tidak kalah anehnya orang jualan berkeliling didalam untuk menjajakkan kopi hangat mereka, yah kita tau lah pertunjukan wayang sangat lama. Sesampainya di sana para sinden dan nayaga sudah mulai menyanyikan beberapa lagu dan para sinden itu tentu nyanyi sambil bersolek dengan kaca dan lipstik mereka. Cukup lama untuk menunggu acara itu di mulai, setelah beberapa lama dan ruang pertunjukan sudah semakin sesak oleh para penonton akhirnya The show is started. Saya dan teman saya mulai mengeluarkan camera masing-masing, setelah saya dan temen saya siap untuk hunting ternyata di belakang kami sudah banyak orang-orang dengan cameranya untuk hunting juga.

Awalnya saya dan teman saya memfoto dari depan atau di belakang dalang namun kami kurang puas dengan hasil yang diambil karena posisi kurang pas. Akhirnya saya dan teman saya memutuskan pindah ke belakang kelir, untung tidak terlalu banyak orang yang mengambil gambar dari belakang kelir tersebut. Saya dan teman saya dapat posisi yang pas sekali yaitu tepat di tengah-tengah wayang yang sedang dimainkan. Kami semakin lancar jeprat jepret, setelah kami rasa cukup akhirnya kami bergeser kembali tapi kali ini kesamping kanan dalang. Kalau dari samping ini saya kurang puas dengan hasilnya. Tidak lama kami putuskan untuk menyudahi hunting kami malam itu. (de)

._MG_0339-2

 

 

Nb: 2013 Penuh Warna tinggal beberapa hari lagi loh..buruan pesan vouchernya gih

 

A2 Photoworks

081213005964 / 081318136666 / 081808780414

PIN BB : 297A1BEC