_MG_4015 sz

Bermacam-macam pendapat yang mengemukakan apa makna atau definisi dari fotografi, dari mulai seni melukis dengan cahaya, seni digital tanpa batas ataupun lainnya, namun dari kesemua itu, dapatlah dikatakan bahwa fotografi merupakan cabang dari seni rupa, yang mana hal ini dibuktikan dengan berbagai macam definisi-definisi yang diutarakan orang-orang atau para ahli mengenai fotografi. Jadilah pada kesempatan ini, kita akan menyepakati bahwa fotografi merupakan cabang dari seni rupa.

Kembali lagi pada pembahasan mengenai seni fotografi, dimana pada seni fotografi terdapat beberapa aspek yang sangatlah penting, dimana hal-hal seperti keberadaan kamera (tak terbatas sebatas DSLR/SLR saja), sampai dengan kreativitas dari seniman itu sendiri. Beberapa aspek tersebut yang tidak sempat dibicarakan pada kesempatan ini, merupakan hal-hal yang saling berkaitan dan berpengaruh bagi seni fotografi itu sendiri. Kita ambil contoh seperti pada aspek keberadaan kamera, dengan aspek pencahayaan, dimana pada kedua aspek tersebut sangatlah berkaitan, karena ketika kita memotret dengan kamera (apapun itu) pencahayaan yang optimal, dengan sendirinya akan sangat membantu seniman menghasilkan karya yang optimal pula, begitu pula dengan kamera, jika seorang seniman fotografi tanpa memegang dan menggunakan kamera (apapun itu jenisnya) maka takkan mungkin mampu menghasilkan sebuah karya fotografi.

Berkembangnya seni fotografi yang pada dahulu kala masih menggunakan kamera manual/analog, atau yang sering kita kenal dengan kamera yang menggunakan roll film, kemudian saat ini telah berkembang menjadi sebuah seni digital yang mana ditandai dengan adanya kamera-kamera digital. Keberadaan kamera digital itu sendiri pada dasarnya berfungsi untuk mempermudah seniman dalam menghasilkan sebuah karya fotografi. Namun keberadaan kamera digital tersebut, sebaiknya tidak membuat seorang seniman mampu bermalas-malasan dalam menghasilkan karya-karya fotografi, malah dengan keberadaan kamera digital tersebut, akan dengan sendirinya memaksa seorang seniman mampu menghasilkan karya yang tidak biasa, bukan malah menghasilkan karya yang biasa. Walau tetap memperhatikan peraturan dasar dalam fotografi, namun bukan berarti peraturan-peraturan tersebut berisikan hal-hal yang baku lagi, kini seniman fotografi diharapkan mampu out of box dari isi-isi yang ada didalam peraturan dasar fotografi tersebut.

Menghasilkan karya yang tidak biasa tersebut seperti apa yang saya katakan di atas, berarti dengan sendirinya juga menuntut kreativitas lebih dari sang seniman fotografi tersebut. Mengapa dikatakan demikian, hal ini dikarenakan kreativitas merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menghasilkan karya fotografi, tanpa adanya kreativitas tersebut, suatu karya dengan sendirinya akan terlihat monoton.

Kreativitas itu sendiri sangatlah bergantung pada suatu kualitas, Soedarso pernah berpendapat dalam bukunya pengantar untuk apresiasi seni, yang mana dia mengungkapkan kualitas tersebut antara lain:

  • Sensitivitas adalah kepekaan terhadap setiap rangsangan yang datang dari luar, baik kepekaan terhadap kesedihan yang dirasakan oran lain, maupun kepekaan terhadap kombinasi warna atau susunan bentuk yang menarik ataupun hal-hal yang khas yang ada disekitarnya. Dengan kepekaan seperti ini maka jiwa akan menjadi kaya oleh berbagai pengalaman yang masuk dan kekayaan tersebut akan selalu siap untuk diekspresikan.

  • Kelancaran atau fluency : yaitu kelancaran untuk menentukan kata-kata atau warna tertentu yang sesuai dengan ide yang akan diekspresikannya, kelancaran idesional untuk berpikir dengan cepat dan tepat, kelancaran mengasosiasikan sesuatu dengan yang lain, dan kelancaran ekspresional yang berarti kemampuan untuk menemukan dengan cepat jalan yang paling sesuai dengan ekspresinya.

  • Fleksibilitas : yakni kemampuan untuk mengadaptasi situasi yang baru. Manusia mampu menyesuaikan dirinya dengan berbagai situasi baik kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kawan baru, tetangga baru, atau kondisi iklim pada daerah tertentu, misalnya dari hidup di daerah tropis ke hidup di daerah dingin.

  • Originalitas ialah kemampuan untuk mengemukakan jawaban atau solusi yang khas terhadap pertanyaan atau masalah yang ada. Pribadi yang memiliki originalitas adalah pribadi yang tidak tergantung pada ide-ide orang lain, jujur pada dirinya sendiri dan pada proses kreativitasnya.

  • Kemampuan untuk menentukan dan mengatur kembali.

  • Kemampuan untuk menangkap adanya hubungan antara beberapa hal atau masalah dalam suatu jalinan tertentu.

  • Elaborasi : ialah kemampuan untuk mengembangkan suatu ide dengan detail/bagianbagiannya. Seorang yang kreatif akan mampu dengan baik membuat lukisannya ( baik secara verbal maupun dengan gambar) tentang misalnya, sesuatu adegan. Tidak ada satu bagianpun yang terlepas dari perhatiannya.

Atas pandangan Soedarso di atas dapatlah dikatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan suatu yang baru baik berupa gagasan ataupun karya nyata, baik dalam karya baru maupun dalam kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Jadi dengan bahasa simpelnya;

Lupakanlah sejenak hal-hal yang tertulis dalam buku-buku tentang fotografi, hal-hal tentang diafragma, eksposure, freezing, panning atau lain sebagainya, ketika anda persis berhadapan dengan calon objek anda. Hal-hal yang perlu anda lakukan hanyalah, sejenak memandangi objek anda, resapi apa yang menjadi daya tarik objek anda, kemudian cobalah untuk menjiwai hal-hal yang ada disekitar anda, lalu bidik dengan seksama dan teratur. Selanjutnya posisikan diri anda sebagai seorang penembak yang hanya disisakan satu buah peluru, sehingga anda tidak akan mendapatkan kesempatan lagi untuk membuang-buang peluru anda untuk hal-hal yang tidak perlu. Setelah anda berhasil menghasilkan karya, pandangi hasil karya anda tersebut selama beberapa menit, cari satu titik utama yang menjadi daya tarik utama dalam foto anda, lalu tanyakan pada diri anda sendiri apakah anda puas dengan hasil karya anda atau tidak, jika tidak puas, pelajari dahulu dimana ketidak puasan anda, lalu secepat mungkin tebus kesalahan anda itu, namun jika anda puas atas hasil anda, maka pertahankan kepuasan anda itu ketika orang-orang mencela foto anda, namun jika celaan tersebut anda anggap berharga maka ambillah celaan itu, namun jika tidak berharga cepat-cepatlah kembali pada kepuasan anda sedari awal. Karena titik utama penilaian dari karya anda adalah sampai dimana tingkat kepuasan anda atas karya yang anda hasilkan, barulah nilai tersebut akan disempurnakan dengan kepuasan orang lain atas karya anda tersebut. (mx)

A2 Photoworks

081213005964 / 081318136666 / 081808780414
PIN BB : 297A1BEC